Informasi merupakan salah satu instrument penting untuk menjalankan pembangunan. Berbagai macam rencana dan strategi dapat di susun apabila informasi yang berupa data tertulis ataupun tidak tertulis telah terkumpul. Realisasi rencana tersebut pun masih membutuhkan informasi. Kondisi masyarakat yang merupakan factor penentu merupakan sebuah informasi yang kemudian disajikan dalam bentuk data. Kesesuain rencana dan kondisi masyarakat yang telah terhimpun dalam bentuk data yang merupakan salah satu jenis informasi akan membuat semua rencana dapat disusun sesuai dengan kemampuan yang ada sehingga akhirnya dapat dilaksanakan.
Berkembang pesatnya teknologi informasi merupakan salah satu bukti pentingnya sebauah informasi. Semula kita hanya mengenal informasi yang disampaikan dalam bentuk sederhana kini kita dapat mengetahui informasi dari segala penjuru dunia hanya dengan duduk di depan sebuah computer yang telah tehubung dengan “internasional network” atau yang lazim kita sebut sebagai “internet”. Dengan internet kita dapat mengetahui segala macam informasi terbaru yang tidak mungkin kita ketahui secara langsung.
Perkembangan tersebut nampaknya hanya terjadi pada sector privat. Sector public atau dapat lebih dekerucutkan pada wilayah pemerintahan masih belum bias mengikutinya. Masyarakat yang kian lama kian kritis mulai merasakan adanya ketidakwajaran. Informasi yang selayaknya diketahui oleh masyarakat terkait penyelanggaraan pemerintahan masih sangat sulit untuk didapatkan. Sampai saat ini informasi terkait rencana pembangunan dan biayanya masih belum juga bisa diketahui masyarakat umum. Akibat dari hal ini masyarakat masih belum bisa percaya sepenuhnya atas tindakan yang dilakukan pemerintah. Meningaktnya ketidakpercayaan masyarakat tercermin dengan semakin banyaknya jumlah golongan putih yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum tahun 2005. Seandainya kita bandingkan, pemenang sebenarnya dalam pemilu 2005 adalah golongan putih.
Sadar akan hal tersebut pemerintah segera mengambil tindakan. Undang-undang yang merupakan sarana untuk memberikan jaminan hokum atas tindakan yang dilakukan pun dirancang. Akhinya pemerintah pada tanggal 30 april 2008 mengesahkan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public. Dengan keluarnya Undang-undang ini masyarakat menjadapatkan jaminan atas ketersediaan informasi terkait badan public. Disisi lain Undang-undang ini juga menambah kewajiban bagi pemerintah untuk menyampaikan informasi public. Untuk menjalankan hal tersebut pemerintah membentuk komisi informasi yang bertugas menyusun tata cara pelaksanaan penyampain informasi public. Komisi ini dalam waktu 2 tahun harus rampung menyusun dan menetapkan segala sesuatu yang terkait dengan pelaksanaan Undang-undang ini.
Tata cara atau teknis pelaksanaan Undang-undang seharusnya memperhatikan kondisi masyarakat. Indonesia adalah Negara yang berpenduduk 200 Juta jiwa. Dari jumlah tersebut yang telah menyelasaikan program wajib belajar semilan tahun adalah……juta jiwa. Penduduk yang menyelesaikan pendidikan hingga tingat sekolah menengah atas adalah ……juta jiwa, yang berijazah perguruan tinggi adalah….. juta jiwa. Dari data tersebut kita dapat mengetahui betapa lemahnya sumber daya manusia Indonesia. Hal ini nampaknya menjadi pengahmbat dalam penyampain informasi public. Sangat tidak relevan apabila memilih untuk menggunakan teknologi Informasi yang berakar pada internet sebagai sarana utama penyampaian informasi public. Sarana ini hanya mungkin dapat digunakan oleh 25 % warga Negara Indonesia. Pemerintah harus lebih bijak dalam menetapkan keputusan terkait hal ini.
Selama ini masyrakat Indonesia sudah sangat terbiasa menggunakan sarana public yang disedaikan pemerintah. Ruang public yang dapat berupa alun-alun, taman kota, dan gedung olahraga adalah salah satu sarana public yang sering digunakan masyarkat sebagai tempat berkumpul dan melakukan aktivitas. Pemerintah harusnya berfikir untuk mengoptimalkan sarana ini sebagai salah satu upaya pelaksanaan Undang-undang No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi public.
Archive for March, 2009
KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK DI INDONESIA
March 29, 2009Waktu Datang tapi Tak Akan Kembali
March 12, 2009Waktu adalah salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaruhi. Mungkin pernyataan sederhana itu akan banyak menimbulkan pertanyaan. Seorang yang telah menyelesaikan pendidikan dasarnya pasti mengetahui bahwa sumber daya alam (SDA) ada dua jenis. Jenis yang peratama adalah yang dapat diperbaruhi, contohnya adalah tanaman, udara, air dan lain-lain. SDA yang dapat diperbaruhi ini sifatnya tidak terbatas, jadi kita dapat menggunakannya tanpa batas. Jenis SDA yang kedua adalah yang tidak dapat diperbaruhi. Contoh dari SDA ini adalah bebagai macam barang tambang dan sumber mineral lainnya. Dari kedua jenis sumber daya alam tersebut dapatlah kita ketahui tentang makna dari sumber daya. Segala sesuatu yang ada dialam ini yang berhubungan atau dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah sumber daya alam.
Dari definisi sederhana tersebut saya kemudian memasukkan waktu kedalam salah satu jenis sumber daya. Lebih spesifik saya menggolongkan waktu kedalam sumber daya alam yang tidak dapat diperbaruhi. Penggolongan tersebut bukan karena alasan, tapi lebih mengarah kepada fungsi waktu. Waktu yang ada telah memberikan banyak kesempatan pada kita. Bayangkan jika dunia tanpa waktu, semua akan berhenti dan tidak akan pernah terjadi apapun. Akhirnya waktu digolongkan ke dalam SDA yang tidak dapat diperbaruhi karena waktu hanya sekali datang. Segala sesuatu yang harus dikerjakan pada saat waktu tersebut datang tidak akan bisa dikerjakan kembali pada waktu yang lain.
Dari penjelasan awal tersebut hal yang paling perlu diperhatikan adalah tentang bagiamana upaya kita mengendalikan waktu. Mengendalikan waktu bukanlah mengatur waktu, mempercepat, memperlambat atau kembali ke waktu yang lampau. mengatur waktu adalah bagaimana diri kita menysuaikan diri kita dengan berbagai aktifitas yang kita lakukan dengan waktu yang amat terbatas. Bayangkan saja jika ada beberapa aktivitas yang harus kita kerjakan dalam waktu yang terbatas, sedikit saja kita lengah dalam manajemen waktu maka semua aktivitas itu pastilah kacau. Apalagi jika ada beberapa kegiatan yang harus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan.
Untuk masalah tersebut maka menejemen waktu tidaklah cukup. Perlu juga kita atur tentang urutan kepentingan atau dalam behasa yang lebih keren sering disebut sebagai Prioritas. Urutan tersebut akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan. Prioritas akan mendorong kita untuk mengerjakan yang lebih utama dan mengerjakan atau meninggalkan hal lain yang sifatnya tidak begitu penting. Masalah yang muncul adalah jika kita tidak tahu mana yang paling penting. Berikut beberapa saran dari saya.
Bukan bermaksud sok ahli tapi saran ini saya sampaikan berdasarkan pengalaman setelah mengarungi samudra kehidupan selama 20 tahun. “Utamakanlah tujuan”, karena jika kita tidak mengutamakan hal tersebut maka kehidupan kita akan mendapat jaminan kacau. Contoh yang paling dekat adalah ketika ada mahasiswa yang menjadi aktivis. Mahasiswa adalah kaum intelektual yang mencapai tujuannya dengan cara belajar, aktivitas di kampus adalah sarana penunjang untuk meningkatkan kualitas mahasiswa. Jika diharuskan memilih maka saya menyarankan untuk memilih kuliah jika dibandingkan dengan aktivitas lain di kampus. “Utamakan Janji” Jika kita sudah berjanji maka kita harus menepatinya. janji kita adalah ukuran kualitas kita. Jika kita tidak bisa menepati apa yang telah kita janjikan maka bagaimana mungkin orang akan percaya pada kita. “Utamakan Kepentingan” karena kepentingan adalah hal yang dapat diukur maka saya menyarankan agar lebih mengutamakan kepentingan yang besar.
Mungkin itu sedikit hal yang saya sampaikan dalam tulisan saya ini. Mungkin saya juga harus lebih banyak belajar agar dimasa yang akan datang saya dapat lebih menyikapi berbagai macam kondisi. yang saat ini perlu diingat adalah waktu itu bisa datang tapi waktu itu tak akan pernah kembali
PEMABANGUNAN MASYARAKAT MENUJU INDONESIA JAYA
March 12, 2009Melihat kemabali kebelakang, ketika Indonesia terbentuk ada berbagai bangsa yang menyatakan dirinya adalah bagain dari Indonesia. Penyatuan bangsa inilah yang menyebabkan munculnya bangsa Indonesia dan muculnya suku bangsa yang menurut para ilmua tidak ada. Persauan ini muncul sebagai bentuk rasa senasib karena sama-sama jajahan Belanda. Sehingga bentuk persatuannya masih mengarah pada kebutuhan untuk mengalahkan musuh bersama, perasaan tertindas yang sama atau kebutuhan untuk memenuhi keperluan bersama. Bentuk persatuan di atas adalah bentuk persatuan yang tidak kekal. Jika kebutuhan yang mendasari telah terpenuhi maka dengan mudah mereka akan kembali bercerai-berai. Namun sampai sekarang bangsa Indonesia masih bersatu karena masih ada sebuah kebutuhan yang belum terpenuhi. Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan untuk hidup sejahtera. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara pemerintah unuk menciptakan kesejahteraan tersebut. Berpangkal dari pikiran diatas maka pemerintah harus segera melakukan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan. Pembangunan yang dilakukan harus mengarah pada dua hal, naition building dan state building. Kembali melihat sejarah, ketika masa orde lama nation building sangat menonjol namun melupakan state building sehingga lahirlah bangsa yang punya idologi kebangsaan yang kuat namun sangat tidak sejahtera. Bahkan beberapa rakyat mengatakan bahwa Presiden Soekarno hanya bisa ngomong tanpa menunjukkan kinerja nyata. Kemudian dari hal itu pemerintahan orde lama diakhiri. Munculnya Orde baru dengan Presiden Soeharto sebagai pimpinannya seolah ingin memperbaiki kealahan orde lama. Pembangunan negara yang dikerjakan dengan pembangunan infrastruktur maupun suprastruktur. Jalan raya, gedung, pabrik dan berbagai sarana penunjang dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan. Sistem bernegara, birokrasi dan berbagai bidang ketatanegaraan pun dibangun untuk memperkokoh negara Indonesia. Namun pesatya state building tidak diikuti dengan perkembangan nation building. Saat itu nation building dilaksanakan dengan berbagai pekasaan sehingga kurang begitu menyentuh sampai kedasar. Paksaan itu kemudian menjadi dominan sehingga munculah pergerakan mahasiswa yang berhasil menggulingkan pemerintahan Soeharto pada tahun 1998. Setelah reformasi nampaknya bangsa ini terus mengembangkan state building tanpa ada upaya pengembangan naion building. Berbagai lembaga negara dimunculkan untuk mengatasi berbagai masalah bekas orde baru namun mereka menanam bom waktu karena tidak ada lagi yang membahas ideologi kebangsaan. Banyak kalangan yang telah menganggap reformasi gagal karena tidak ada persiapan sumber daya menusia. Agenda reformasi kala itu seolah hanya ingin menggulingkan Soeharto padahal pemikiran Soeharto telah diserap bawahannya sehingga ketika Soeharto jatuh dan bawahannya naik pemikiran yang ada tetaplah sama. Harusnya yang terjadi ketika reformasi kala itu adalah Soehrto jatuh dan kemudian orang yang selama ini berada diluar sistem masuk untuk membersihkan sistem tersebut. Situasi reformasi tidak jauh berbeda dengan situasi revolusi kemerdekaan. Kala itu bangsa Indonesia hanya berfikir bagaimana merdeka tanpa perlu berfikir setelah merdeka apa yang akan dilakukan. Pola pikir yang sama menunjukkan tidak adanya perkembangan pemikiran yang tentu saja merupakan akibat dari kegagalan nation building. Kini saatnya menata kembali bangsa ini untuk menuju Indonesia jaya. Perkembangan dunia harus ditanggapi dengan persiapan. Salah satu yang paling penting adalah kesiapan pemikiran atau ideologi. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang dengan teguh menjunjun g ideoleoginya. Kita telah melihat betapa gagahnya hugo chaves, evo morales atau mahmud ahmad dinejad yang teguh memegang ideooginya. Langkah yang paling cepat untuk melaksanakan state building adalah dengan menstimulus kembali anak-anak dengan ideologi. Langkah itu terlihat lama akan tetapi pengembangan nation building memang tidak bisa instan. Setelah langkah tersebut dilakukan jangan pernah lupa untuk mengembangakan berbagai sarana agar langkah itu tidak terputus. Kegiatan proteksi pun harus dilakukan agar kemurnian ideologi dapat terjaga. Selian itu biarkanlah masyarakat belajar untuk berkembang dengan haluan yang telah ditetapkan. Dengan demikian pemerintah akan tumbuh seiring perkembangan masarakat. Akhir dari perkembangan itu adalah munculnya bangsa besar yang bernama bangsa Indonesia yang bersatu dalam sebuah ideologi kebangsaan yang mengahapus watak kedaerahan mereka. Saat itulah kita akan menuju gerbang Indonesia jaya.
RESUME KEGIATAN BULAN FEBRUARI
March 12, 2009Bulan ini semua kegiatan atau agenda bulanan dilaksanakan bersamaan dengan latihan gabungan wilayah timur. Ini adalah latihan gabungan kami yang kedua akan tetapi karena kurangnya persiapan maka kami melakukan banyak sekali kesalahan. Mungkin ini adalah cambuk yang kesekian kali bagi kami agar kami segera berubah. Tanpa berpanjang kata inilah materi latihan gabungan wilayah timur yang kedua yang masih dilaksanakan di Yogyakarta.
1. TRAINING PENGEMBANGAN DIRI
Training pengembangan diri kali ini dilaksanakan pada saat latihan gabungan wilayah timur yang ke-2. Pada LatGab kali ini regional 4 surabaya tidak diperkenankan untuk ikut TPD karena pelanggaran yang kami lakukan yaitu dengan datang telat ke regional 3 yogyakarta tanpa ijin yang disampaikan terlebih dahulu. Sehingga resume ini hanya merupakan resume yang ditulis berdasarkan presentasi dari teman-taman yang ikut latihan gabungan wilayah barat. Jadi sebelumnya mohon maaf apabila ada banyak kekurangan.
Training pengembangan diri kali ini dimulai dengan beberapa wejangan dari pak arif. Kata pak Arif “lebih baik kamu rugi daripada membuat susah orang lain”, kita harus memperhitungkan dampak dari apa yang kita perbuat kepada orang lain. PPSDMS yakin bahwa kemampuan kita memahami hal-hal mendasar seperti kemampuan mengurus diri sendiri, manfaat bagi orang lain, serta yang lebih besar kalau kita sudah bisa memulai dengan memahami hal-hal mendasar tersebut maka kita akan mulai bisa memberi kemanfaatan bagi bangsa dan Negara kita tercinta. Kita harus bisa berfikir secara “Systems Thinking” yaitu berfikir dampaknya tehadap orang lain serta bertindak lebih antisipatif, tidak sama dengan Systematics Thinking. Contoh yang paling mudah kita lihat adalah bangsa yahudi. mereka yang jumlahnya hanya 10 juta mampu menguasai dunia karena menggunakan otaknya jauh lebih keras daripada kita. Mulai dari akuisisi knowledge kalau kita ingin maju seperti orang-orang kafir dan yahudi, dari hal yang kecil yaitu membaca, karena sebagian besar ilmu pengetahuan sekarang berasal dari barat, buku-bukunya.
Sebagai kader PPSDMS kita harus berbuat sesuatu yang luar biasa, terbiasa berfikir besar, membuat sesuatu yang luar biasa. Dan kalau bisa kita harus menjadi yang terbaik yang pernah ada misalkan dalam sebuah organisasi maupun kepanitiaan yang pernah kita pimpin. PPSDMS tidak mencari “the next leader”, tetapi mencari agents for transformation yang sesuai dengan visi PPSDMS yaitu Melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman Islam yang komprehensif, integritas dan kredibilitas yang tinggi, berkepribadian matang, moderat, serta peduli terhadap kehidupan bangsa dan negara. PPSDMS juga memiliki harapan agar dakwah kampus tidak seperti ini, tidak professional dan tidak meghargai waktu. Kemenangan dakwah bukan karena posisi-posisi strategis di kampus kita seperti BEM dan SKI dipegang oleh ikhwah-ikhwah kita, bukan, tetapi kemenangan dakwah adalah berupa kontribusi kita agar kampus kita lebih islami, banyak manfaat positif yang bisa didapat oleh orang-orang/warga yang kita pimpin, tidak hanya sekedar menjadi ketua BEM atau SKI tanpa berjuang keras untuk kemanfaatan bagi umat. Kita harus meninggalkan cara berfikir pegawai atau staff yang tidak bisa berbuat apa-apa kalu belum menjadi dirjen atau ketua yang bisa mengatur sesuatu. Misalkan seperti sahabat Bilal, dia tidak pernah menjadi panglima perang ataupun menjadi khalifah tetapi namanya tercatat dalam sejarah dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi Islam.
Ada cara untuk kita dalam mengukur kepemimpinan seseorang yaitu melalui:
1. People, yakni peka terhadap keadaan orang lain, kalau orang lain susah karena kita, kita merasa berdosa atau tidak? Kalau tidak maka dia bukan seorang leader.
2. Transformation, bukan sekedar change karena change hanya merubah aspek what seperti symbol, proker, motto, slogan, tetapi transformation membongkar aspek Why, berbicara mengenai nilai-nilai, alasan mengapa kita hidup, beliefs, kalu itu kita ubah maka itulah yang dimaksud dengan transformation.
Kalau kita hanya takut di Iqob maka itu hanya sebatas change, kalau Why yang diubah adalah paradigmanya. Kelaziman, Agent of change, kalau kita bisa mempengaruhi anggota kita untuk berubah maka idealnya 30% dari anggota kita, 20 solid, BPH solid, dan semua memiliki visi yang selaras dengan kita, yang terpenting adalah membentuk tim building bukan dengan cara outbond tapi dengan cara duduk bersama dan berbicara mengenai visi dan misi dari seorang leader/ketua organisasi atau kepanitiaan. Leadership adalah personal collective artinya seorang leader harus tahu semua hal tentang apa yang dia tugaskan kepada bawahannya, tapi ini bukan tentang masalah teknis tapi dalam tataran konsep. Shared meaning bias juga berarti menyamakan prioritas, mana yang bisa didahulukan dan mana yang bisa ditunda , yang penting awal niatnya selaras, misalkan di PPSDMS kuliah no 1. Shared vision, ini merupakan milik bersama, ranahnya rasa bukan rasionalitas maka dari itu tidak dapat dipaksakan. Shared values harus dari hati ke hati, tidak ada pemimpin yang banyak diam, seharusnya banayk bicara dan banayk bekerja. Pada Shared values kita menawarkan nilai-nilai kepada mereka (anggota), dan untuk share-share ini hanya bisa mempengaruhi mereka sebesar 30%. Sedangkan perilaku kita 70% berperan untuk melengkapinya, dari cara kita bicara, bersikap, jalan, dll. Kita juga tidak bisa mentransfer hanya dari kata-kata, terapkan secara konsisten dan permanent. Juga kita harus sabar dalam membuat sebuah perubahan, jangan frontal, cari metode lain, karena kita biasanya dianggap aneh oleh orang-orang disekitar kita karena segalanya harus selalu tepat dan selalu sesuai dengan system, dan hal-hal aneh yang lainnya.
Kepemimpinan tidak bisa di bentuk hanya dengan semalam, leadership development adalah sebuah proses butuh pendampingan oleh karena itu PPSDMS butuh Asrama dan Manager, leader are not born tetapi disini dilakukan pembinaan modal yang dimiliki, kalau modal besar tetai tidak diolah/dilatih maka tidak jadi seperti yang diharapkan begitu pula sebaliknya, kualitas leader tidak bisa dijawab dengan kecerdasan-kecerdasan akademik, gali yang ada pada diri kita, kompetensi kita, pemimpin sejati menjaga keontetikan dirinya, leaders seharusnya juga punya waktu untuk sendirian, punya waktu untuk berkaca melihat sepertia apa dirinya, apa kelebihan dan kelemahannya. Pemimpin juga harus punya waktu untuk stay out of the crowd caranya dalah dengan sholat malam, bermunajat kepada Allah, juga kontemplasi diri sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah perjalanan, never ending journey tergantung kita memilih jalan yang panjang atau jalan yang pendek yang lebih mudah. Menjadi pemimpin itu adalah yang terbaik untuk memberi kemanfaatan kepada manusia seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. How to be a good leader yaitu dengan kontinuitas, kalau organisasi depends on satu orang maka organisasi tersebut tidak akan tahan lama juga good leader akan membangun system yang totally independent terhadap organisasinya.
Ada beberapa hal yang merupakan penghambat pembelajaran yaitu:
1. I am my position, pemikiran kalau kita bukan ketua, manager, direktur, etc, pemikiran bahwa dia tidak dapat merubah, kalau bukan jobdesc nya dia tidak mau mengerjakan.
2. the enemy is out there.
3. the illusion of taking change, jangan pedulikan means tapi ends/tujuan.
4. the fixation of events, harus focus, lihat dibelakang ada apa.
The parable of boiled frog, syndrome menunggu masalah menjadi masalah besar, kurang sensitive/peka, kalau masalahnya masih kecil dia belum merasakannya atau pura-pura tidak merasakannya. Ini adalah wabah yang biasanya selalu melekat pada pemimpin muda. Kadang kita juga mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik. Akan tetapi belajar dari pengalaman tidak sepenuhnya baik, misalkan “pak saya tidak mampu…, kenapa? Pengalaman saya dulu begini-begini…., hanya hal-hal negative yang akan diingat dan diambil pelajarannya. Kita boleh belajar dari pengalaman tapi dengan kesadaran, banyak factor yang berubah, situasinya pun berubah. Kalau kita membayangkan negeri kita dahulu seperti apa, maka kita akan sangat percaya diri akan kebesaran negeri kita di masa lamapu, tetapi lihat hari ini negeri kta punya apa?.
Ada perbedaaan jawaban ketika kita bertanya mengenai masa depan, kini dan sekarang kepada orang Indonesia, Israel, dan China. Orang Indonesia akan sangat bangga kalau ditanya tentang masa lalunya, kalau orang Israel masa lalunya mereka malas, tetapi masa sekarang mereka menguasai banyak sector-sektor penting di dunia, kalau orang China dia akan terus semangat kalau di tanyai tentang masa depan, kini, dan masa mendatang. Perbedaan antara change dan transformation, kalau change tanpa nilai tetapi kalau transformastion dengan values. Hal tersebutlah yang menciptakan perbedaan dalam mendeskripsikan tentang level kepemimpinan. Pemimpin level pertama adalah orang yang dipatuhi karena jabatannya. Jika jabatan tersebut lepas darinya maka hilang sudah naluri kepemimpinannya. Pemimpin level kedua adalah orang yang dihormati karena sering melakukan yang menyenangkan, sehingga apabila ada kebijakan yang tidak popoulis dikeluarkan maka dia akan ditinggalkan. Pemimpin level ketiga adalah orang yang memimpin berdasarkan prestasinya. Pemimpin level keempat adalah orang yang dapat memberikan konstribusi nyata dan menemukan nilai-nilai yang dibangun ketika melaksanakan kesuksesan bersama. Pemimpin level kelima adalah otang yang ikhlas dan rendah hati yang memimpin umat hanya dengan mengharap ridho ALLAH
2. TRAINING JURNALISTIK
Materi training jurnalistik kali ini adalah bagiamana menciptakan perpustakaan pribadi. Materi ini mengankat pentingnya seorang pemimpin mengadministrasikan buku-buku koleksinya secara sistematis untuk menghindari kebingungan ketika mencari atau resiko kehilangan. Tujuan utama adanya perpustakaan pribadi adalah untuk meningkatkan kualitas intelektual, membangun kredibelitas dan meningkatkan kompetensi akademik. Kualitas intelektual merupakan sebuah nilai yang dibangun dengan ukuran kemampuan seseorang untuk memahami dan memecahkan masalah yang ada disekitarnya. Untuk meningkatkan hal tersebut bahan bacaan merupakan syarat mutlak. Setelah kualitas intelektual meningkat maka kredibilitas juga akan meningkat dan apabila kedua hal itu telah terjadi maka kompetensi akademik juga ikut naik. Urgensi kenapa seseorang harus punya pustaka priabadi adalah terkait dengan proses penelitian. Seorang peneliti tidak mungkin meneliti tanpa rujukan. Pustaka pribadi akan menjadi rujukan yang setiap saat dapat digunakan. Selain itu dalam sebuah penelitian haruslah ada susunan yang sistematik dan koherensi dengan hasil penelitian lainnya. Kedua hal itu dapat dilakukan dengan adanya pustaka pribadi sebagai acuan.
Masalah yang timbul dalam mencipkatan pustaka pribadi biasanya terkait dengan hal-hal yang sifatnya pribadi. Masalah ekonomi adalah masalah utama, tapi hal itu tidak menjadi halangan manakala sudah ada niatan yang tulus dan mendalam. Hal-hal yang diperlukan untuk menyusun pustaka pribadi adalah minat kuat atas sebauh topic khusus yang kemudian dikelompokkan dalam box atau file folder yang disimpan dalam lemari atau rak sebagai arsip yang kemudian dicatat dalam buku besar agar dapat dengan mudah di control. Itulah beberapa hal yang terkait dengan penciptaan dan penataan pustaka pribadi yang dapat menunjang profesi seseorang.
3. STUDI PUSTAKA
Studi pustaka kali ini membahas salah satu buku karya pemikir besar umat muslim Dr Yusuf Qoradhowi. Buku yang kami bahas adalah Umat Islam Menyongsong Abad 21. dalam buku ini yang pertama kali dibahas adalah karakteristik Abad 21. Masa ini adalah sebuah masa baru yang ditandai dengan kemajuan dibidang sains dan teknologi. Berbagai hal telah dicapai pada bidang ini, dunia elektronik telah berkembang sedemikian rupa. Bersamaan dengan hal tersebut tuntutan HAM dan kebebasan juga terus berkembang. Semakin canggih peralatan yang dimiliki membuat manusia seolah menolak system. Keinginan bebas itulah yang membawa perkembangan buruk yakni semakin menipisnya keimanan umat pada abad 21. meskipun demikian umat islam juga telah mencatatkan beberapa keberhasilan. Kebebasan nasional merupakan salah satu hal yang bisa dijumpai. Banyak Negara-negara muslim baru yang muncul. Pendidikan islam juga semakin diterima masyarakat sebagai sebuah model pendidikan yang ideal. Selain itu gerakan pembaharuan dan kebangkotan islam juga semakin berkembang. Perang pemikiran juga terus belangsung sehingga umat islam tidak mudah ditaklukan oleh propaganda pemikiran barat. Hal itu semua yang akan menunjung adanya sebuah titik tolak kebangkitan Islam.
Beberapa tanda kebangkitan umat islam adalah sebagai berikut : implementasi syariah dalam kehidupan sehari-hari; revolusi islam di iran pada tahun 1992 di sudan pada tahun 1989 dan revolusi afganistan pada tahun 1992; gelora jihad yang dapat kita lihat pada diri mujahidin Afganistan pada tahun 1979 dan iftiadhah Palestina pada tahun 1967; kembalinya pemuda kepada agama yang merupakan salah satu tanda paling baik dalam sejarah perkembangan, yang juga diikuti dengan semakin banyaknya muslimah berjilbab yang menunjukkan kebanggaan atas simbolisme islam; dan tanda yang terakhir adalah diterapkannya ekonomi islam yang pada masa sebelumnya hanya merupakan wacana.
Selain tanda kebangkitan yang disebutkan diatas, pada buku ini juga disebutkan tantangan abad 21. tantangan tersebuta antara lain adalah kekacauan identitas karena kurangnya referensi islam. Hal ini membuat umat islam seolah menjadi umat baru yang tidak memiliki referensi sebelumnya. Hal itu juga membuat umat islam terbelakang dalam bidang ilmu dan budaya. Pemabanguan SDA dan SDM yang yang tidak mereta yang menyebabkan kesenjangan social yang jauh antara si kaya dan si miskin juga merupakan masalah yang serius. Belum lagi masalah perempuan yang semakin lupa atas jati dirinya. Gerakan feminisme semakin menjadi seiring perkembangan jaman. Pemerintahan yang otoriter juga menambah berat perjuangan ini tapi tantangan yang terbesar adalah kelemahan iman dan moralitas. Dari sekian tantangan yang disebutkan diatas ada tiga tantangan terbesar yang harus dihadapi. Yang pertama adalah zionisme, ini adalah sebuah tantangan yang selalu mengancam umat islam sejak awal keberadaannya. Tantagan kedua adalah disintegrasi umat. Masalah ini terjadi karena kurangnya ukhuwah antara umat islam. Hal ini yang membuat uamt islam rapuh dan mudah ditaklukkan oleh musuh islam. Masalah terbesar yang ketiga adalah pandangan globalisasi yang setiap saat siap melindas siapa saja yang tidak menyiapkan dirinya. Itulah beberapa hal yang dibahas dalam studi pustaka kali ini.
4. KAJIAN ISLAM KONTEMPORER
Untuk kali ini kajian islam kontemporer pun diawali dengan wejangan untuk regional IV Surabaya terkait keterlambatan kedatangan yang mengacaukan jadwal pembukaan latihan gabungan wilayah timur. Pemabahasan yang disampaikan kali ini adalah terkait fiqh prioritas, buku yang dijadikan sebagai rujukan dari materi ini adalah buku dengan judul fiqh prioritas karya imam yusuf al qoradhowi. Hal ini perlu dibahas karena banyak sekali umat islam yang tidak mengetahui mana saja kegiatan (ibadah) yang harus diutamakan dan mana yang harus di lakukan setelah ibadah tersebut. Bayak sekali rutinitas yang dilakukan tidak sesuai dengan yang diajarkan oleh Rosulullah.
Pemabahasan dimulai dengan menerangkan tentang definisi dari fiqh tersebut. Fiqh adalah tata cara yang diajarkan islam kepada umatnya untuk menjalankan ibadah. Islam adalah agama yang kompleks sehingga yang dimaksud ibadah disini bukan hanya ibdah ritual tetapi juga terkait dengan muamalah yang mengatur hubungan antara seorang muslim dengan saudaranya. Pada awal munculnya islam fiqh yang diajarkan langsung bersumber dari Nabi Muhammad SAW sehingga pada masa itu tidak ada pertentangan tentang Ushul fiqh. Segala permasalahan yang muncul akan langsung ditanyakan kepada Nabi yang kemudian dijawab berdasarkan wahyu yang diturunkan ALLAH SWT. Ketika Nabi wafat maka posisi khalifah diturunkan kepada sahabat, ditangan sahabat masalah ushul figh juga bukan sebuah permasalahan. Para tabi’in dapat membandingkan secara langsung ucapan dari para sahabat yang pada hakekatnya bersumber dari satu titik yakni Nabi Muhammad SAW. masalah ushul fiqh baru muncl ketika khalifah dipegang tabi’in. saat itu kondisi umat sudah sangat besar dan tersebar luas, dakwah yang dilakukan sudah sangat luas menjangkau berbagai belahan dunia. Banyak paham atau ajaran yang disampaikan yang sudah sedikit menyimpang. Semakin lama semakin banyak ajaran yang ditambahkan atau dikurangi dari ajaran yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. disanalah kita mengenal beberapa pemikir islam yang kemudian merumuskan ajarannya yang kemudian kita kenal sebagai mazhab.
Mazhab yang kita kenal hingga saat ini berasal dari empat imam. Imam syafi’I, imam hambali, imam maliki dan imam hanafi. Empat imam inilah yang banyak memaberikan warna dalam perkembangan islam hingga saat ini. Dalam Kajian kali ini yang perlu mendapat perhatian khusus adalah mazhab syafi’iah yang diajarkan imam syafi’i. Imam syafi’i adalah salah satu orang yang sangat cerdas yang telah dapat menghafal al-Qur’an pada usia yang masih sangat dini. Setelah beranjak dewasa imam syafi’i mendapatkan tugas dari salah seorang gurunya untuk membandingkan dan merumuskan perkembangan ajaran islam. Saat itu pusat perkembangan islam mengacu pada dua tempat yakni Iraq dan Hijaz. Di iraq ajaranya banyak berasal dari ra’yi yang merupakan pemikiran yang lebih luas namun tetap berdasarkan pada Al-Qur’an dan Al-haidst. Di Hijaz ajarannya berupa penerapan hadist secara tekstual. Disini ruang lingkupnya lebih sedikit. Imam syafi’i sebagai salah satu orang yang telah belajar di kedua tempat tersebut kemudian mengadakan perbandingan yang akhirnya hasilnya dibukukan dalam buku yang kita kenal sebagai Ar-Risalah. Dari sinilah dasar-dasar pembelajaran fiqh didapatkan pada masa itu.
Setelah membahas tentang sejarah perkembangannya maka sekarang pembahasan dilanjutkan kearah implementasinya. Saat ini banyak orang yang salah menerapkan prioritas beribadahnya. Banyak orang yang sholat malam namun terlamabat atau bahkan kehilangan sholat subuh. Banyak orang yang berpuasa tetapi tidak bisa menjalankan aktifitas secara optimal. Banyak lagi contoh-contoh semacam itu yang terjadi dimasyarkat islam saat ini. Hal-hal yang semestinya dikerjakan terlebih dahulu tapi kenyataanya tidak dapat dilaksanakan. Pemabahasan menjadi semakin menarik ketika ada perbandingan antara kegiatan ibadah dengan kegiatan muamalah yang harus dilakukan pada saat yang bersamaan. Dari hal itu kemudian ust ihsan memberikan penjelasan bahwa ibadah bukanlah penghalang untuk menjalankan aktifitas, justru dengan ibadah maka aktifitas kita akan medapatkan kontrol. Dalam kasus nyata ketika ada panggilan sholat akan tetapi kita masih dalam situasi belajar maka kita harus mendahulukan belajar (kuliah) tersebut baru kemudian melaksanakan sholat. Kemudian muncul lagi pertanyaan bagaimana dengan pelaksanaan nikah. Nikah merupakan salah satu ibadah yang nilainya separo dari agama. Akan tetapi kita biasanya tidak berani atau tidak menikah karena alasan orang tua belum mengijinkan. Di satu sisi nikah merupakan kegaitan ibadah tetapi di sisi lain menjalankan perintah orang tua juga merupakan sesuatu yang tidak boleh ditinggalkan. Ust Ihsan kemudian memberikan penjelasan bahwa kedua hal itu adalah hal yang saling melengkapi, jika orang tua belum mengijinkan berarti masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Hal inilah yang seharusnya diprioritaskan sebelum menjalankan pernikahan. Dengan demikian kedua hal yang seolah bertentangan tersebut dapat dilaksanakan tanpa merugikan pihak yang lain.
Dari serangkaian jawaban tersebut saya kemudian sadar bahwa banyak hal yang harus dipertimbangkan seorang pemimpin. Dari situlah kematangan seorang pemimpin diuji. Semakin matang maka dia pasti akan semakin dapat menentukan prioritas kegiatan yang akan dia laksanakan. Kajian kemudian diakiri dan akan dilanjutkan pada pertemuan mendatang yang akan membahas hal-hal yang lebih spesifik terkait dengan fiqh prioritas.
5. DIALOG TOKOH I
Dialog tokoh kali ini diisi oleh Prof Ki Supriyoko, salah satu praktisi pendidikan yang sekarang mengasuh sekolah dibawah naungan yayasan taman siswa. Kalau kita dulu mengengal taman siswa merupakan oraganisasi pendidikan yang didirikan bapak pendidikan kita “Ki Hajar Dewantara”. Saat itu topic yang menjadi pembahasan adalah disahkannya UU BHP serta dampaknya pada masa depan dunia pendidikan. Sebelum masuk ke materi Prof Supriyoko menjelaskan perihal suaranya yang tidak begitu jelas. Semua itu terjadi karena kecelakaan yang menimpanya dan keluarganya, hanya karena rahmat dari ALLAHlah yang membuat dia selamat dan segal musibah tersebut.
Pemabahasan dimulai dari kondisi pendidikan saat ini. Ketika kita memperhatikan beberapa hasil olimpiade fisika dan matematika tingkat internasional. Indonesia yang diwakili oleh anak-anak terbaiknya dapat menorehkan prestasi yang sangat luar biasa. Beberapa kali Indonesia juara dan mendapat berbagai penghargaan lain yang terkait. Namun jika melihat hasil survey yang disajikan dalam bagan peringkat, Indonesia menduduki peringkat ke 35 dari 44 negara yang disurvei terkait test matematika. Yang lebih parah Indonesia menduduki peringkat ke 37 dari 44 negara yang disurvei untuk test Fisika. Dari sinilah kita dapat melihat kesenjangan pendidikan di Negara kita.
Setelah memperhatikan kondisi pelajar di Indonesia marilah kita memperhatikan kondisi sekolah di Indonesia. Dari 170.000 Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtida’iah di Indonsia hanya ada 8 sekolah yang diakui dunia internasional. Sama halnya dengan pendidikan tingkat dasar, pada pendidikan tingkat menengah pun cuma ada 8 sekolah yang diakui. Pada tingkat SMA ada 7 sekolah yang diakui. Yang sangat ironis dari semua sekolah yang diakui tersebut tidak ada satu pun sekolah islam didalamnya. Dari sekolah yang masuk standart internasional tersebut dapat kita ketaui bagaimana cara pendidikan yang menjadi target kita kedepan. Pada sekolah-sekolah tersebut terdapat banyak guru yang berasal dari luar negeri yang mengajarkan pengetahuan yang luas kepada siswanya. Biaya yang harus dikeluarkan orang tua pun pastilah mahal, hal inilah yang menjadi pertimbangan pemeritah mengeluakan UU BHP aga pengelolaan managemen Universitas menjadi semakin baik.
Dalam pemabhasan selanjutnya focus diarahkan pada hal-hal teknis yang akan terjadi paca UU BHP disahkan. Dari hal itu maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya UU BHP sama sekali tidak memberikan solusi atas masalah pendidikan yang sedang dialami bangsa Indonesia.
6. DIALOG TOKOH II
Topic dalam dialog tokoh kali ini adalah tentang Islam dan Profesionalisme. Pemabahasan kali ini berbeda namun tetap memiliki kesamaan dengan dialog tokoh yang pernah dilakukan oleh teman-teman regional IV Surabaya dengan bapak Mukhtasor. Pembahasannya masih terkait dengan bobroknya kegiatan yang dilaksanakan umat islam. Sebenarnya umat islam adalah umat yang sempurna yang mendaptkan pertunjuk untuk menjalankan segala macam aktivitasnya namun sampai saat ini umat islam cenderung condong sangat tidak professional. Bahkan ketika mendengar kata professional maka asumsi pemikiran kita akan condong kearah barat.
Profesionalisme berasal dari kata profesi, sehingga profesionalisme dapat diartikan sebagai hal-hal yang terkait dengan personal yang memiliki keahlian atau kemampuan khusus untuk menjalankan kegiatan tertentu. Ukuran professional baisanya berupa disiplin, tepat waktu dan jujur. Ketiga hal tersebutlah yang mendasari tingkah laku seseorang dalam menjalani kehidupan. Kemudian masalah timbul ketika saat ini banyak orang yang memiliki pengetahun yang luas akan tetapi tidak dalam. Hal tersebut sebenarnya tetap mengikuti kaidah profesionalitas karena pada hakekatnya seseorang yang professional pastilah tidak hanya memiliki pengetahun yang sempit. Akan tetapi dia tetap memiliki satu spesifikasi khusus untuk mengatakan bahwa dia professional di bidang tersebut.
Hello world!
March 3, 2009Assalamu’alaikum, ucapan salam sebagai do’a pada semua umat yang merasakan kehidupan di dunia.
inilah sedikit biografi dari seorang hamba Tuhan.
perkenalkan namaq Aditya Rosadi, ketika masih kecil orang tuaq memanggilku “adi” ketika masuk Sekolah Dasar tak ada lagi nama panggilan, semuanya menggunakan nama samaran yang tidak ada sangkut pautnya dengan nama dan tidak layak untuk dipublikasikan. Ketika SMP aku biasa dipanggil “aditya” oleh kawan-kawanq dan nama panggilan itu akhirnya berubah menjadi “adit” ketika masuk SMA dan tetap bertahan hingga kini. Meskipun nama panggilannya berubah-ubah tapi tidak ada keinginan dariq untuk merubah nama pemberian orang tuaq, karena bagiku nama adalah do’a yang tidak akan pernah putus selama kita menjaganya.
sekarang aku kuliah di Universitas Airlangga, lebih tepatnya di Fakultas Hukum Jurusan Ilmu Hukum.